Ada Data Science Bootcamp dan MOOC, Pilih yang Mana?

Data science bootcamp baik yang bersifat tatap muka maupun online dapat membantumu untuk mengasah keahlian di bidang ini.

Dengan kata lain, kamu bisa menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan esensial data science untuk mengekstrak, mengubah, hingga menganalisis berbagai tipe data. Lebih enaknya lagi, karena ini adalah “bootcamp”, semua prosesnya bisa dilalui dengan lebih kondusif dan terarah.

Nah tapi ternyata, dengan semakin majunya teknologi, bootcamp jadi punya saudara nih. Namanya MOOC. Apa itu? Artikel ini akan menjelaskan keduanya, jadi simak sampai tuntas, ya!

Apa itu data science bootcamp dan MOOC?

MOOC adalah Massive Open Online Courses. Alias kelas online terbuka yang bisa diikuti oleh banyak orang sekaligus.

Tentu saja ini melegakan karena selama ini kalau menyebut kata “bootcamp” pikiran kita akan langsung mengarah ke kelas intensif yang terpusat di satu titik.

MOOC hadir karena kehidupan orang-orang di era modern bisa dibilang sudah sangat padat. Oleh karenanya, kelas yang fleksibel dirasa bisa jadi jalan keluar.

Karena MOOC sistemnya lebih leluasa, kamu dapat menghadirinya sesuai dengan penyesuaian jadwal pribadi dan sering kali punya periode cukup lama—beberapa minggu. Kamu pun jadi punya waktu lebih panjang untuk mencerna materi yang diberikan.

Sementara itu, bootcamp biasanya lebih intens karena melibatkan sangat banyak informasi yang dipadatkan ke dalam periode waktu yang super singkat.

Namun begitu, jika kamu termasuk tipe individu yang bisa fokus belajar tentang data science dan dapat meng-handle format sepadat ini, bootcamp adalah pilihan yang sangat pas untuk masuk pertimbangan.

Format pembelajaran data science

Bootcamp untuk data science sekarang ini umumnya memiliki dua format penyampaian: tatap muka dan online.

Selain itu, agaknya semua bootcamp dan MOOC sama-sama menjalankan “kelasnya” dengan berbasis proyek: pada akhir periode kamu harus memiliki proyek yang telah selesai.

Di sinilah kemampuan data science-mu diuji dalam menerapkan metode statistik, Python, R, SQL, Hadoop, hingga Tableau.

Beberapa bootcamp berkualitas juga ada yang akan memperkenalkanmu kepada perusahaan yang tengah mencari kandidat data scientist. Mereka yang dianggap memenuhi syarat—biasanya dinilai dari kemampuan penyelesaian proyek akhir—bisa saja langsung direkrut.

Biaya Data Science Bootcamp dan MOOC

Berbeda dengan kursus, bootcamp biasanya berbayar.

Berbicara tentang biaya yang harus dikeluarkan, sebagian besar bootcamp tidaklah murah. Bahkan pada kelas yang sangat intensif dan memang kualitasnya diakui global, biayanya bisa menyentuh angka ratusan juta rupiah untuk periode 8 hingga 15 minggu pembelajaran.

Bagaimana dengan MOOC? Biayanya bisa jauh lebih murah. Karena sifatnya yang online dan jumlah pesertanya bisa sangat banyak, biasanya ada penyesuaian metode belajar. Terutama berkaitan dengan mentoringnya.

Apakah kamu butuh data science bootcamp?

Menjadi data scientist membutuhkan penguasaan banyak pengetahuan dan keahlian terkait data. Artinya, kalau benar-benar ingin masuk ke bidang ini, kamu wajib menginvestasikan banyak waktu, tenaga, pikiran, dan biaya.

Meski begitu, pengorbanan di atas akan sebanding dengan penghasilan yang diterima. Data science termasuk bidang yang pekerjanya digaji mahal dan diperkirakan trennya akan terus naik dalam tahun-tahun mendatang.

Eits, sebelum mendaftar bootcamp, pastikan materi yang ditawarkan memang sesuai dengan kebutuhanmu.

Pastikan juga paket yang diambil memang worth the money. Salah satu yang bisa kamu pertimbangkan adalah Kelas Data Science dari Bitlabs.

Data science bootcamp di situ selain memperoleh materi yang sesuai dengan bidang dan kebutuhan industri di Indonesia saat ini, kamu juga akan memperoleh pendampingan dari mentor yang merupakan para praktisi handal. Bahkan ketika lulus pun masih juga diberikan fasilitas penghubung ke perusahaan. Lengkap banget kan?

Selamat belajar!