Apakah Kontroversi Tentang Susu Kental Manis itu Benar?

Apakah Kontroversi Tentang Susu Kental Manis itu Benar

Sobat sehat, akhir-akhir ini kita sering mendengar berita bahwa susu kental manis itu berbahaya, tidak aman untuk tubuh, dan ada iklan-iklan yang menyesatkan. Apakah itu benar? Jadi, saya akan bedah satu per satu disini. Jadi, sebelum kita masuk ke permasalahan susu kental manis itu sendiri, saya ingin bertanya dahulu. Apakah sobat sehat ketika membeli produk di swalayan, produk apapun itu.

Makanan kemasan atau minuman kemasan. Pernahkah anda membaca Nutrition Facts’nya? Mungkin, anda juga baru tahu sekarang. “Nutrition Facts itu apa?”. Ketika anda membalik kemasannya, ada label berwarna putih. Dan disitu tertulis Nutrition Facts atau fakta nutrisi.

Jadi yang perlu anda perhatikan, dan hal ini PENTING. Perhatikan baik-baik. Jadi dari Nutrition Facts, hal pertama yang perlu anda perhatikan adalah serving size. Jadi, serving size atau takaran saji pada kemasan makanan itu mempengaruhi jumlah kalori dan nutrisi yang tercantum dalam label makanan. Jadi, anda bisa melihat disini informasi nilai gizi atau Nutrition Facts pada susu kental manis kaleng. Jadi, satu serving’nya adalah 4 sendok makan atau satu takaran saji.

Yaitu kurang lebih 42 gram. Dan jumlah sajian per kemasan adalah kurang lebih sembilan. Jadi, satu kaleng tersebut itu sebenarnya untuk 9 kali sajian. Hayoo.., siapa disini yang beli susu soya kental manis lalu habis dalam waktu satu hari atau dua hari saja? Kemudian, satu kali minum atau satu porsinya itu hanya 4 sendok atau sekitar 42 gram.

Apakah Kontroversi Tentang Susu Kental Manis itu Benar

Lalu, hal kedua yang perlu anda perhatikan adalah kalori dari lemak. Jadi, kalori ini memberikan informasi tentang banyaknya jumlah energi yang diperoleh dari makanan. Jadi, banyak orang yang mengkonsumsi kalori berlebihan dari jumlah yang dibutuhkan setiap hari karena tidak membacanya terlebih dahulu. Di Nutrition Facts ini, jumlah per sajian itu kalorinya sebesar 140 kkal. Yaitu sebesar 140 kalori. Dan energi dari lemaknya adalah 40 kkal.

Jadi, satu porsinya atau satu serving’nya terdapat 140 kilo kalori atau kita sebutkan saja dengan kalori. Dimana hal ini lebih besar dari 1 piring nasi yang jumlahnya 135 kalori. Jadi bagi anda yang sedang diet, “Dok, saya tidak makan nasi”. Lalu anda menggantinya dengan susu kental manis. Jelas saja berat badan anda susah turun. Karena kalori dari sepiring nasi lebih kecil dibandingkan 1 porsi susu kental manis. Apalagi anda membuat susu kental manis itu anda campur dengan air, anda minum. Lalu ditambah lagi dengan roti yang anda beri susu kental manis. Jadi, kalorinya akan lebih besar daripada satu piring nasi.

Walaupun anda sudah berhenti makan nasi, berat badan anda pasti akan tetap bertambah. Kemudian yang ketiga adalah jumlah yang terkandung. Disini anda bisa lihat. Ada lemak total, ada lemak jenuh, ada kolesterol, dan disana ada protein 1 gram. Kemudian karbohidrat total 25 gram. Disini ada persentase dari AKG, atau Angka Kecukupan Gizi. Atau persentase dari DV atau Daily Value. Jadi, pada bagian gula atau sugar, itu sebesar 20 gram. Anda bisa bayangkan, 20 gram gula.

Satu sendok makan gula pasir itu kurang lebih 12 gram. Jadi kalau 20 gram, maka hampir 2 sendok makan. Jadi kalau takaran sajinya adalah 4 sendok, maka kira-kira ada berapa sendok gulanya? Hampir separuhnya itu gula semua. Jadi, anda ini beli susu atau beli gula? Jadi jika anda teliti dengan membacanya, maka anda bisa tahu. Oh, ternyata kita beli susu ini bukan untuk memenuhi kebutuhan gizi kita. Tapi mungkin untuk topping sebuah makanan.

Misalnya anda beli terang bulan, untuk topping’nya. Atau anda beli es krim, untuk topping’nya. Ini oke. Tetapi untuk memenuhi kebutuhan gizi, apalagi anda berikan ke balita anda, dimana separuhnya adalah gula, tentu saja ini tidak sehat. Apalagi untuk anda yang saat ini sedang mengalami diabetes. .