5 Cara Budidaya Porang di Lahan Terbuka

Cara Budidaya Porang di Lahan Terbuka – Tanaman porang memiliki nama latin Amorphophallus muelleri. Saat ini tanaman porang menjadi salah satu komoditas ekspor dengan nilai tinggi di pasar Internasional. Bahkan umbi porang asal Indonesia telah banyak diekspor oleh negara-negara seperti Jepang, China, Korea, China, Taiwan, Vietnam dan Australia.

Umbi porang memiliki nilai jual yang tinggi karena umbi porang memiliki segudang manfaat baik dalam bidang pangan, maupun bidang industri. Umbi porang terkenal dengan kandungan zat glucomannan atau serat yang baik bagi kesehatan tubuh.

Tak jarang umbi porang dijadikan sebagai bahan baku makanan diet karena kandungan kalori yang rendah serta serat yang tinggi. Hal ini menyebabkan Anda bisa merasa kenyang lebih lama sehingga mengurangi porsi makan.

Selain membantu dalam penurunan berat badan, umbi porang juga bermanfaat untuk mengatasi berbagai penyakit lainnya seperti menurunkan kadar kolesterol dan gula darah, mencegah kanker, mengatasi sembelit, dan masih banyak lagi.

Sebelum diolah, umbi porang lebih dahulu dijadikan tepung, baru kemudian diproses kembali hingga menjadi bentuk mie, jelly, kue, dan masih banyak lagi.

Sementara itu, dalam bidang industri, ekstrak umbi porang digunakan sebagai bahan baku lem, penjernih air, isolator listrik, kosmetik, dan masih banyak lagi.

Jika dilihat dari banyaknya manfaat umbi porang, maka tidak ada salahnya jika Anda mencoba untuk membudidayakan tanaman porang. Tentu ini menjadi salah satu bisnis yang menguntungkan.

Syarat-Syarat Tumbuh Tanaman Porang

Sebelum memulai budidaya porang, kita harus memperhatikan kondisi tumbuhnya. Hal ini harus diperhatikan agar tanaman porang dapat tumbuh optimal dan menghasilkan umbi yang besar dan berkualitas.

  • Jenis dan pH Tanah.Tanaman porang dapat tumbuh di segala jenis tanah. Namun, untuk tumbuh dengan baik, tanaman porang membutuhkan tanah yang gembur dan subur. Pastikan juga area tanam tidak mudah tergenang air. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan keasaman tanah, yaitu antara pH 6-7.
  • Kondisi Lingkungan. Tanaman porang memiliki toleransi yang sangat tinggi dengan tempat teduh. Tingkat toleransi kerapatan naungan pada tanaman porang yaitu sekitar 40% hingga 60%. Jenis pohon yang biasanya dijadikan naungan tanaman porang yaitu  jati, mahoni, dan sonokeling.
  • Iklim. Tempat yang paling ideal untuk budidaya tanaman porang yaitu di ketinggian 100-600 meter di atas permukaan laut.

Cara Budidaya Porang di Lahan Terbuka

Cara Budidaya Porang di Lahan Terbuka

Tanaman porang dapat ditanam pada lahan yang memiliki naungan hingga 60%. Namun, tanaman ini dapat memberikan hasil dan kualitas yang lebih baik jika ditanam di lahan terbuka atau tanpa adanya naungan. Berikut ini cara menanam atau budidaya porang di lahan terbuka:

1. Persiapan Lahan

Pilih area tanam porang sesuai dengan syarat-syarat tumbuhnya. Berikut ini beberapa langkah yang harus Anda lakukan dalam persiapan lahan tanam porang:

Bersihkan gulma dan sisa-sisa tanaman yang tumbuh di lahan tanam porang. Anda dapat melakukan langkah ini secara manual ataupun dengan penyemprotan bahan kimia herbisida.

Setelah dibersihkan, sisa-sisa gulma tersebut kemudian dikumpulkan bersama-sama kemudian ditumpuk di areal tanam untuk dijadikan kompos. Kemudian buat bedengan dengan lebar 2 meter dan jarak 1 meter dari masing-masing bedengan.Selanjutnya, pasang tiang penopang atau ajir dengan jarak masing-masing 1 meter x 1 meter.

Jika anda menggunakan umbi katak sebagai bibit porang, maka Anda perlu membuat jalur tanam dengan lebar 50 cm di tengah bedengan. Setelah itu berikan pupuk dasar berupa campuran pupuk bokashi dan tanah di sekitar ajir.

Namun, jika bibit yang digunakan berupa umbi, maka Anda perlu membuat lubang tanam dengan ukuran masing-masing 20 cm x 20 cm x 20 cm. Sebelum ditanam bibit porang, lubang tanam diberi pupuk dasar yaitu berupa campuran antara pupuk bokashi dan top soil sebanyak 0.5 kg per lubang tanam.

2. Pemilihan Benih

Budidaya porang dapat dilakukan secara generatif atau vegetatif. Umumnya tanaman porang membutuhkan waktu sekitar 4 tahun untuk berbunga dan menghasilkan biji. Berikut beberapa benih tanaman porang yang bisa Anda gunakan:

Benih Bubil atau Katak 

Bubil atau yang biasa dikenal dengan katak porang adalah bintil yang tumbuh pada pangkal atau tangkai daun. Katak porang memiliki ciri bentuk yang bulat serta warna coklat kehitaman. Ketika tanaman porang mengalami fase dorman, bubil akan rontok sekaligus tanaman porang menjadi layu dan mati.

Selanjutnya bubil akan disimpan hingga musim hujan tiba sehingga dapat langsung ditanam di lahan yang telah disiapkan. Hal yang sama juga dilakukan pada bubil yang diambil pada saat panen.

Pengembangbiakkan dengan Biji 

Tanaman porang biasanya akan menghasilkan bunga setiap empat tahun sekali. Bunga porang ini nantinya akan menghasilkan buah dan biji. Dalam satu tongkol buah porang terdapat sekitar 250 bibit porang yang dapat digunakan sebagai bibit. Untuk dijadikan bibit, biji porang perlu melalui proses persemaian terlebih dahulu di dalam polibag.

Pengembangbiakkan Dengan Umbi

Umbi hasil pengurangan tanaman porang yang sudah terlalu rapat dapat digunakan untuk bibit. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan umbi porang berukuran besar yang telah dibagi menjadi kecil. Sleanjutnya umbi porang ditanam pada lahan yang telah disiapkan. Pastikan bakal tunas umbi porang dihadapkan ke atas.

3. Penanaman | Cara Budidaya Porang di Lahan Terbuka

Waktu tanam porang yang ideal yaitu saat memasuki musim penghujan atau sekitar bulan November sampai Desember atau menyesuaikan daerah yang akan ditanami porang. Tanaman porang akan tumbuh dengan baik saat ditanam pada musim penghujan.

Setelah mempersiapkan lahan tanam dan menentukan benih porang yang akan digunakan, Anda bisa memulai tahap penanaman porang. Benih porang yang telah dipilih kemudian dimasukkan satu per satu pada lubang tanam. Pastikan untuk meletakkan bakal tunas menghadap ke atas. Dalam setiap lubang tanam, diisi masing-masing 1 buah benih porang. Setelah itu, tutup lubang tanam dengan tanah yang ada di sekitarnya.

4. Pemeliharaan

Setelah ditanam, tanaman porang perlu mendapatkan perawatan serta pemeliharaan yang tepat agar bisa tumbuh dengan optimal dan menghasilkan umbi yang berkualitas. Berikut cara merawat dan memelihara tanaman porang yang bisa Anda lakukan:

Pembersihan Gulma

Pada musim hujan, lahan tanam porang biasanya akan banyak ditumbuhi gulma atau rumput-rumput liar yang tumbuh subur. Keberadaan gulma ini tentu dapat mengganggu proses penyerapan nutrisi dan zat unsur hara oleh tanaman porang sehingga dapat  mengakibatkan pertumbuhan tanaman porang menjadi terganggu.

Peninggian Guludan

Pemeliharaan serta perawatan tanamanan porang yang selanjutnya yaitu  peninggian gundukan. Langkah ini bisa dilakukan dengan cara menimbun pangkal batang tanaman porang dengan menggunakan tanah yang ada di sekitarnya. Hal ini bertujuan agar tanaman porang bisa berdiri tegak dan kokoh, selain itu diharapkan umbi porang bisa tumbuh lebih besar.

Pemupukan

Pastikan juga tanaman porang mendapatkan nutrisi dan zat unsur hara yang mencukupi. Proses pemupukan pada tanaman porang dilakukan dalam dua tahap. Tahap pemupukan pertama dilakukan sebelum tanam, yaitu menggunakan campuran pupuk kompos dan tanah yang selanjutnya dimasukkan pada setiap lubang tanam.

Sementara itu, tahap pemupukan kedua dilakukan pada saat tanaman porang sudah mulai tumbuh yaitu dengan menggunakan kompos organik atau pupuk anorganik seperti NPK atau TSP.

Baca Juga : 5 Cara Pemupukan Tanaman Porang yang Benar

Penjarangan

Tanaman porang dapat menghasilkan 3 hingga 4 batang porang dalam satu lubang tanam. Untuk itu perlu dilakukan penjarangan agar umbi porang dapat tumbuh dan berkembang lebih optimal.

5. Panen | Cara Budidaya Porang di Lahan Terbuka

Tanaman porang bisa dipanen saat berusia 7 bulan setelah tanam, jika benih yang ditanam berasal dari umbi-umbian. Sedangkan jika benih yang digunakan adalah katak, tanaman porang baru bisa dipanen saat berusia 18-24 bulan setelah tanam.

Cara pemanenan umbi porag pun cukup mudah. Anda hanya perlu menggali umbi porang seperti pada tanaman umbi-umbian lainnya. Umbi porang dapat dijual dalam bentuk basah maupun kering.Umbi porang yang dipanen di musim kemarau, biasanya memiliki harga yang lebih mahal.

Demikian tadi informasi cara budidaya porang di lahan terbuka yang bisa Anda jadikan acuan dalam memulai bisnis tanaman porang. Semoga artikel ini bisa bermanfaat serta menambah wawasan Anda tentang tanaman porang. Selamat mencoba!

Dapatkan informasi dan update menarik lainnya dengan mengunjungi halaman utama website kami hanya di MadridComics.