8 Tahapan dan Cara Membuat Tepung Porang

 

Mengenal Berbagai Macam Jenis Tepung di Indonesia - Garuda Muda

Cara Membuat Tepung Porang – Tanaman porang atau dengan nama latin Amorphophallus muelleri ini merupakan salah satu tanaman umbi-umbian yang dapat tumbuh subur di daerah tropis dan subtropis. Tanaman porang sendiri saat ini masih belum banyak dibudidayakan di negara kita, dan tumbuh liar di daerah pekarangan maupun hutan.

Meskipun begitu, budidaya tanaman porang bisa menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan. Pasalnya, umbi porang saat ini telah menjadi salah satu komoditas ekspor yang memiliki harga tinggi di pasar internasional. Sebut saja negara China, Taiwan, Australia, Vietnam, Jepang dan masih banyak lagi negara yang membeli porang asal Indonesia.

Baca Juga : Jenis Jenis Porang dan Cara Membedakannya

Salah satu kandungan umbi porang yang terkenal yaitu memiliki zat glukomannan yang cukup tinggi. Zat ini merupakan jenis serat yang mudah larut dan sangat bermanfaat untuk melancarkan sistem pencernaan.

Tak hanya berguna untuk melancarkan sistem pencernaan, kandungan umbi porang ini juga bermanfaat untuk mengontrol berat badan, mencegah dan mengatasi diabetes, mengontrol kadar kolesterol, mengatasi peradangan, mencegah kanker, menyembuhkan luka, menghilangkan racun dalam tubuh, merawat kulit, serta mencegah risiko penyakit jantung dan stroke.

Umbi porang jarang dikonsumsi secara langsung dan perlu diproses terlebih dahulu menjadi tepung. Pasalnya, di dalam umbi porang terkandung kristal kalsium oksalat yang bisa menyebabkan gatal-gatal. Sebelum diolah menjadi bahan makanan, umbi porang sebelumnya telah melalui beberapa tahapan untuk menjadi tepung.

Cara Membuat Tepung Porang

Hampir sama seperti jenis tepung lainnya, cara membuat tepung dari umbi porang pun harus melalui serangkaian proses pada mesin pembuat tepung. Mari kita simak caranya berikut ini:

  1. Langkah pertama, cuci umbi porang hingga bersih tidak ada tanah yang menempel. Hindari terkena getah umbi porang karena bisa menimbulkan rasa gatal pada kulit.
  2. Umbi porang yang sudah bersih kemudian dimasukkan ke dalam mesin perajang porang agar dihasilkan bentuk tipis-tipis seperti chip.
  3. Setelah itu, jemur chip porang hingga benar-benar kering.
  4. Chip porang kering ini kemudian dimasukkan ke dalam mesin pembuat tepung tepung untuk dihaluskan.
  5. Belum cukup sampai di situ, butiran halus tepung porang juga harus melalui proses fraksinasi terlebih dulu atau tahap memisahkan kotoran-kotoran yang tidak terpakai untuk dibuang.
  6. Tepung porang biasanya akan dibersihkan kembali hingga kandungan kalsium oksalat hilang secara menyeluruh, sehingga tersisa hanya zat glukomanannya saja.
  7. Ketika sudah bersih, tepung porang akan melalui proses quality control kembali untuk benar-benar memastikan kualitas tepung porang yang dhasilkan.
  8. Terakhir, tepung porang dikemas dengan baik dan siap untuk didistribusikan.

Kegunaan Tepung Porang

Dibandingkan dengan membuat tepung porang sendiri, masyarakat lebih sering mengonsumsi tepung porang yang sudah diolah menjadi berbagai macam bentuk makanan yang lebih praktis. Misalnya mie, oden, sukiyaki, roti, kue, keripik, jelly ataupun gelatin nabati.

Meskipun sudah berwujud tepung, namun penggunaan tepung porang tidak bisa menggantikan fungsi dari tepung terigu untuk memasak. Tepung porang biasanya digunakan sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan tekstur kenyal dan lembut pada adonan.

Untuk mendapatkan hasil adonan roti yang lebih empuk, Anda bisa mencampurkan satu cangkir tepung terigu dan setengah sendok teh tepung porang. Selain empuk, penambahan tepung porang ini juga akan meningkatkan kandungan serat pada roti. Anda tak perlu khawatir, karena penambahan tepung porang ini tidak akan mempengaruhi rasa pada makanan.

Demikian tadi cara membuat tepung porang dan manfaat porang untuk kesehatan. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat mengunjungi artikel berikut ini : Tanaman Porang | Manfaatnya Untuk Kesehatan.

Jangan lupa untuk mengunjungi website kami untuk mendapatkan informasi-informasi menarik lainnya.