Cara Menghitung Pajak Penghasilan Agar Lebih Efisien

Cara menghitung pajak penghasilan umum dipahami harus pajak yang memiliki kewajiban melapor pajak. Berikut ini strategi agar langkah menghitung pajak penghasilan jadi lebih efisien.

Pajak penghasilan merupakan pajak yang dikenakan pada orang privat atas penghasilan yang diterimanya didalam era th. pajak.

Pengetahuan perihal langkah menghitung pajak penghasilan ini bermanfaat bagi pajak didalam sistem pelaporan pajak maka sangat di ajuran untuk belajar pajak.

Meskipun setiap tahunnya harus pajak membayar dan melaporkan pajak, tetap banyak harus pajak yang tidak efektif didalam tata langkah menghitung pajak penghasilan.

Berikut adalah tahapan yang sebaiknya dikerjakan agar pekerjaan Anda berikut makin mudah:

 

1. Membuat Daftar Atas Penghasilan Anda Setiap Bulan

Pajak penghasilan dikenakan pada penghasilan keseluruhan yang di terima didalam era th. pajak (satu tahun).

Jika Anda bukan seorang pegawai yang penghasilan per bulannya tetap, maka harus menyebabkan daftar atas penghasilan yang Anda menerima tiap bulannya.

Besaran penghasilan yang dihitung bukan cuma gaji pokok namun juga tunjangan-tunjangan yang Anda terima.

Dengan kata lain, Anda harus menghitung penghasilan kotor selama satu th. pajak.

 

2. Menghitung PTKP Anda

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) adalah pengurangan penghasilan neto bagi harus pajak orang privat didalam memilih besarnya penghasian kena pajak (PKP).

Setiap orang memiliki hitungan PTKP yang tidak sama dikarenakan 2 faktor utama berikut ini:

Besarnya penghasilan yang berbeda-beda setiap orang.
Besarnya tanggungan tempat tinggal tangga atau tanggungan keluarga.
Berdasarkan Peraturan Direktorat Jenderal Pajak Nomor: Per-16/PJ/2016, besarnya PTKP adalah:

Rp 54.000.000 untuk diri Wajib Pajak orang pribadi.
Rp 4.500.000 tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin.
Rp 4.500.000 tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda didalam garis keturuanan lurus serta anak angkat, yang jadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (tigas) orang untuk setiap keluarga.

 

3. Mencari Selisih Antara Penghasilan Kotor dengan PTKP

Penghasilan kotor (bruto) dikurangi PTKP membuahkan penghasilan neto atau penghasilan kena pajak (PKP). Setelah nilai penghasilan bruto dan PTKP diketahui, maka sistem perhitungan PKP mampu dilakukan.

Setelah angka atau nilai PKP sudah ada, maka besaran pajak penghasilan sudah mampu dilakukan.

 

4. Tahapan Menghitung PPh

Setelah besaran PKP sudah diketahui, Anda mampu langsung menghitung pajak penghasilan dengan keputusan berikut ini:

Penghasilan bersih yang kurang dari Rp 50.000.000,00 tarif pajaknya sebesar 5%.
Penghasilan bersih pada Rp 50.000.000,00 sampai dengan Rp 250.000.000,00 dikenai tarif pajak sebesar 15%
Penghasilan bersih pada Rp 250.000.000,00 sampai dengan Rp 500.000.000,00 dikenai tarif pajak sebesar 25%
Sedangkan untuk penghasilan bersih di atas Rp. 500.000.000,00 dikenai tarif pajak 50%.

Contoh Cara Menghitung Pajak Penghasilan

Jika Anda memiliki penghasilan per bulan Rp 5.000.000, maka penghasilan kotor per tahunnya mencapai Rp 60.000.000.

Bila Anda tetap bujangan, maka Anda masuk didalam kategori PTKP poin pertama yaitu Rp 54.000.000.
Penghasilan kotor-PTKP = penghasilan bersih yaitu Rp 60.000.000-Rp 54.000.000 = Rp 6.000.000. Penghasilan bersih Anda adalah Rp 6.000.000.

Dari penghasilan ini, Anda mampu menghitung besarnya pajak yang dapat Anda bayarkan. Cara menghitung pajak penghasilan dengan penghasilan bersih Rp 6.000.000 maka Anda dapat ikuti poin tarif pajak yang kedua yaitu 15%.
Pajak penghasilan = 15% x Rp 6.000.000 = Rp 900.000. Jadi, pajak penghasilan per th. yang harus Anda setor ke negara adalah Rp 900.000 atau Rp 75.000 per bulan.