Cara Pemupukan Cabe Rawit dalam Polybag yang Benar

Agar tanaman cabe rawit bisa tumbuh dengan optimal dan memproduksi buah yang lebat di dalam media polybag, maka perlu dilakukan pemupukan yang tepat. Yuk simak cara pemupukan cabe rawit dalam polybag berikut!

Cara Pemupukan Cabe Rawit dalam Polybag

Tanaman cabe rawit dapat ditanam di media tanam mana saja, mulai dari lahan kebun, pekarangan rumah, pot ataupun polybag. Mahalnya harga cabai rawit membuat banyak masyarakat mencoba membudidayakannya di rumah dengan menggunakan media tanam pot atau polybag.

Namun, tak sedikit yang menyayangkan hasil budidaya cabe rawit yang kurang memuaskan. Beberapa keluhan yang dialami diantaranya tanaman cabe rawit yang kurus, berbuah sedikit serta memiliki umur yang pendek.

Padahal biasanya tanaman cabe rawit merah bisa tumbuh subur hingga berumur kurang lebih dua tahun. Tentu masalah ini bisa diatasi dengan langkah pemeliharaan serta perawatan tanaman cabe rawit dalam polybag yang tepat.

Salah satu langkah pemeliharaan dan perawatan tanaman cabe di dalam polybag yang tidak kalah penting yaitu pemberian pupuk. Tanaman cabe rawit yang ditanam dalam polybag memiliki zat unsur hara yang terbatas dibandingkan tanaman cabe yang ditanam di lahan terbuka.

Akar tanaman cabe rawit yang ditanam di polybag hanya akan menyerap zat unsur hara yang ada di polybag saja, sehingga perlu dilakukan langkah pemupukan yang rutin.

Selain berguna untuk pertumbuhan tanaman cabe rawit, langkah pemupukan juga berfungsi dalam proses pembuahannya. Dengan pemupukan yang tepat, pembuahan pada tanaman cabe rawit bisa lebih optimal sehingga mampu memproduksi buah yang lebat.

Simak informasi lengkap cara pemupukan tanaman cabe rawit di polybag yang benar agar bisa menghasilkan buah yang lebat!

Jenis Pupuk yang Digunakan

Ada banyak macam jenis pupuk yang biasanya digunakan dalam proses pemupukan tanaman cabe. Perlu dipahami sebelumnya bahwa tahap pemupukan ini juga bisa disamakan seperti halnya memberikan nutrisi pada tanaman.

Hampir semua tanaman, membutuhkan nutrisi dasar yang harus dipenuhi, diantaranya yaitu unsur Nitrogen Posfor dan Kalium (NPK). Selain nutrisi dasar, setiap tanaman juga memerlukan suplemen tambahan atau unsur mikro. Unsur mikro ini bisa didapatkan dari pupuk organik seperti pupuk kandang, dan pupuk kompos.

Cara Pemupukan Tanaman Cabe Rawit dalam Polybag saat Masa Pertumbuhan

Cara Pemupukan Tanaman Cabe Rawit dalam Polybag saat Masa Pertumbuhan 

Tahap pemupukan awal dapat dilakukan sekitar satu minggu setelah bibit cabai rawit dipindahkan dari persemaian ke dalam pot atau polybag untuk pembesaran.

Pupuk yang digunakan adalah NPK yang telah dilarutkan dengan air. Dalam pembuatan larutan NPK ini, Anda harus memperhatikan ukuran takaran yang benar,  yaitu 1 sendok makan NPK untuk 3 liter air.

Selanjutnya, setiap pot atau polybag tanaman cabe rawit disiram dengan sebanyak 100 ml atau setengah gelas air mineral larutan NPK. Proses pemupukan ini harus dilakukan secara rutin satu minggu sekali.

Setelah tanaman cabe rawit tumbuh tinggi sekitar 25 cm, penyiraman pupuk NPK pada setiap pot atau polybag bisa ditambahkan dosisnya menjadi 250 ml atau satu gelas air mineral larutan NPK. Pemupukan tetap dilakukan setiap satu minggu sekali.

Selain dengan pemberian larutan pupuk NPK, setiap pot atau polybag tanaman cabe awit juga perlu mendapatkan asupan nutrisi tambahan berupa pupuk kompos atau pupuk kandang yang telah difermentasi.

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, pupuk kompos dan pupuk kandang mengandung unsur mikro yang diperlukan tanaman agar bisa tumbuh optimal dan menghasilkan buah yang lebat.

Pupuk kompos atau pupuk kandang bisa diberikan sebanyak satu genggam orang dewasa pada setiap pot atau polybag. Berbeda dengan pemberian larutan NPK, pemupukan ini dilakukan setiap satu bulan sekali.

Cara Pemupukan Tanaman Cabe Rawit dalam Polybag saat Masa Generatif

Cara Pemupukan Tanaman Cabe Rawit dalam Polybag saat Masa Generatif

Saat tanaman cabe rawit telah memasuki masa generatif atau masa dimana tanaman cabe rawit mulai menghasilkan bunga dan buah, maka proses pemupukan bisa ditambahkan dengan pupuk MKP ataupun sejenisnya.

Pupuk MKP sebelumnya harus dilarutkan terlebih dahulu dengan menggunakan air. Takaran yang benar yaitu 50 gram atau 5 sendok teh pupuk MKP untuk setiap 10 liter air.

Selanjutnya larutan pupuk MKP tersebut disiramkan ke setiap pot atau polybag tanaman cabe rawit masing-masing sebanyak 250 ml atau sekitar satu gelas air mineral. Langkah pemupukan ini bisa dilakukan sebanyak satu minggu sekali.

Selain itu, Anda juga perlu melakukan penyemprotan menggunakan pupuk kalium cair atau bisa menggunakan pupuk kalinet. Dosis atau takaran yang tepat yaitu 2 ml kalium cair untuk setiap 1 liter air.

Selanjutnya larutan kalium cair ini disemprotkan ke tanaman cabe rawit dengan menggunakan sprayer. Langkah ini bisa dilakukan setiap satu minggu sekali.

Jika proses pemupukan dilakukan dengan tepat dan rutin, alhasil tanaman cabe rawit pun bisa tumbuh subur dengan batang yang kuat, serta buah yang lebat.

Demikian tadi informasi mengenai cara pemupukan tanaman cabe rawit dalam polybag yang benar agar bisa tumbuh optimal serta menghasilkan buah yang banyak.

Selain dengan pemupukan, kualitas tanaman cabe rawit juga bisa dipengaruhi oleh kualitas benih cabe yang digunakan. Oleh karena itu, Anda juga harus memperhatikan cara memilih biji cabe rawit yang baik untuk ditanam.

Kunjungi halaman utama website MadridComics untuk mendapatkan informasi dan update menarik lainnya.