Cocomesh Solusi Pencegahan Erosi Yang Wajib Dilakukan

Hallo semua,gimana kabar kalian? semoga selalu sehat ya.Pada kesempatan kali ini saya akan membuat artikel tentang cocomesh solusi pencegahan erosi yang alternatif.

Solusi Pengendalian Erosi Cocomesh

Bekas areal pertambangan yang tersebar di sekitar areal pertambangan terlihat sangat menyeramkan. Kerusakan yang diakibatkannya dapat menyebabkan terjadinya tanah longsor, erosi, pengikisan air tanah bahkan banjir. Hal ini sering terjadi di daerah seperti Pulau Belitong, Berau, dan tempat lainnya. Contoh konkrit seperti Kalimantan kini menjadi langganan banjir saat musim hujan tiba.

Kerusakan alam yang terjadi ini memerlukan penanganan serius oleh semua pihak, terutama pengelola tambang. Anda harus merebut kembali lahan bekas tambang. Ada banyak langkah yang bisa dilakukan untuk melakukan reklamasi lahan bekas tambang seperti: B. penanaman kembali lahan atau mengubah lahan untuk usaha produktif seperti perikanan dll.

Cara terbaik untuk mengurangi kerusakan adalah melalui penanaman kembali atau reboisasi. Namun, sebelum penghijauan ada langkah penting, yaitu penanaman cocomesh di lahan. Cocomesh adalah jaring yang terbuat dari sabut kelapa. Biasanya ukuran net atau jaring bola voli disesuaikan dengan kebutuhan medan. Penggunaan Cocomesh terbukti efektif mencegah terjadinya tanah longsor atau banjir. Dengan membubuhkan ujung-ujungnya, sabut kelapa tersebar di areal bekas tambang. Pemasangannya disesuaikan dengan struktur tanah. Itu bisa miring atau datar. Peletakan biasanya dilakukan dalam 2 lapisan.

Penggunaan cocomesh ini terbukti efektif mencegah banjir dan longsor seperti yang telah dilakukan sebelumnya. Keunggulan lain dari anyaman sabut ini adalah ketika anyaman sabut dibentangkan, medianya sangat mudah menggemburkan tanah bekas tambang, sehingga bisa disebut sebagai media tanam yang baik.

Cocomesh

Pelaksanaan reklamasi tidak harus menunggu berakhirnya semua kegiatan penambangan, terutama di wilayah pertambangan besar yang terbagi dalam blok-blok pertambangan.

Salah satu upaya untuk menggarap dan mencegah daerah rawan longsor adalah penggunaan kelambu atau ijuk. Istilah Cocomesh berasal dari istilah aslinya dalam bahasa Inggris yaitu Cocomesh (istilah Kokomes akan digunakan pada artikel selanjutnya).

Saat ini, kita tahu bahwa sabut kelapa hanya dibuat dari bahan baku, kerajinan tangan dan produk sederhana lainnya, dengan pangsa pasar yang sangat kecil. Namun dengan berkembangnya kreativitas dan teknologi, muncul berbagai produk berbahan sabut kelapa, seperti matras, bantal, matras (namaret) dan produk andalan saat ini, kokome atau kelambu berbahan sabut kelapa.

Menurut Arif Nugroho (2010), Cocomesh menjadi primadona dalam mendukung proses reklamasi tambang, pantai atau hutan. Biodegradable dan kuat, membantu memfasilitasi pertumbuhan tanaman baru di lahan tertutup kelapa di bekas lokasi penambangan.

Cocomesh menyediakan tempat berlindung dan dengan sifatnya yang sangat tahan banting, penggunaannya dalam reklamasi lahan bekas tambang telah terbukti dapat digunakan untuk reboisasi area bekas tambang atau area yang terdeforestasi. Cocomesh bisa dijadikan digunakan sebagai media untuk mencegah erosi dan tanah longsor,selain itu juga bisa dijadikan bisnis jual cocomesh.

Selain itu, Cocomesh juga dapat digunakan sebagai lapisan pertama perkerasan berdiri sebelum aspal, agar aspal atau jalan tidak retak dan retak. Kedepannya pemanfaatan sabut kelapa dapat ditingkatkan untuk memitigasi atau mengurangi risiko tanah longsor. Daerah yang diketahui rawan longsor dapat ditingkatkan kestabilan lerengnya dengan menggunakan rumput kelapa.

Cocomesh sabut kelapa bisa dijadikan kerajinan dan peluang bisnis. Karena memang banyak orang juga belum mengetahui tentang cocomesh sabut kelapa,selain itu bisa dijadikan bisnis jual cocomesh.

Pengolahan Cocomesh

Pengolahan sabut kelapa menjadi sabut kelapa biasanya dilakukan sendiri atau oleh produsen. Terlepas dari itu, umumnya puluhan ibu-ibu dan pengangguran di desa-desa dengan perkebunan kelapa. Kemampuan berproduksi secara mandiri dan bersaing dengan industri manufaktur dengan kualitas yang hampir setara. Ukuran standar 1 roll coocmesh bisa : 2 x 20 m2, 2 x 25 m2, dst.

Kapasitas produksi ini dapat lebih ditingkatkan lagi jika batok kelapa digunakan secara masif untuk kegiatan reklamasi baik di sektor pertambangan maupun di wilayah pembangunan infrastruktur seperti bekas tanggul jalan, pemukiman dan bendungan air.

Beberapa perusahaan tambang telah berhasil melakukan reklamasi dan pencegahan longsor dengan menerapkan Cocomesh, antara lain; Chevron Geothermal (Garut), Freeport (Papua), Martabe Access Road (Sumatera Utara) dan Berau Batubara (Kalimantan Timur).

Demikian ulasan tentang cocomesh untuk mencegah longsor. Hal ini harus segera didorong agar tidak sering terjadi longsor. Dan menawarkan perusahaan kesempatan

Nah itulah Cocomesh Solusi Pencegahan Erosi yang wajib dilakukan,dengan cara dihamparkan pada kawasan yang memiliki kelerengan tinggi. Cocomesh dapat menahan laju aliran permukaan penyebab erosi serta mempertahankan kelembapan tanah.Sekian dari saya selamat mencoba.