Contoh Resensi Buku Fiksi dan Non Fiksi

Kata resensi berasal dari bahasa Belanda “Resentie”, yang berarti bahwa meninjau resensi KBBI memiliki arti ulasan buku. Peninjau penting bagi pembaca, karena mengetahui ulasan buku yang akan dibaca.

Meskipun contoh buku resensi buku tidak selalu memiliki sudut pandang yang sama untuk satu orang dan orang lain. Ulasan buku atau ulasan yang dibuat oleh para pecinta buku, dibuat dari sudut pandang diri Anda sebagai seorang ahli. Sama sekali tidak dipengaruhi oleh pendapat orang lain tentang buku yang diulas.

Ada banyak contoh ulasan buku yang tersedia di Internet yang dapat digunakan sebagai referensi sebelum membuat ulasan. Selain contoh ulasan buku, juga sangat penting untuk mengetahui segala sesuatu tentang resensi sebelum mulai mengulas.
Nah , santinorice akan memberi contoh resensi buku fiksi dan non fiksi sebagai berikut :

Contoh Resensi Buku Fiksi

Buku-buku fiksi yang sama memiliki banyak jenis dan genre, salah satunya adalah novel. Berikut adalah contoh pengulas fiksi genre romantis:

Identitas buku
Judul buku: Nathan sayang.
Penulis: Erisca Febrianti.
Penerbit: Media Terbaik.
Tahun publikasi: Maret 2016.
Jumlah halaman: 528 halaman.

Sinopsis buku

Peninjau Nathan yang terhormat Novel ini memiliki genre romantis yang berputar di sekitar periode putih keabu-abuan. Di dalamnya diceritakan kepada dua orang yang memiliki dua kepribadian yang sangat berbeda seperti bumi dan langit. Gadis polos dari Salma yang selalu takut melakukan kesalahan, tetapi telah pindah ke sekolah barunya yang penuh dengan anak-anak yang ceroboh.

Situasi ini membuat Salma sangat tidak nyaman, terutama ketika dia terlambat untuk hari pertamanya di sekolah. Tetapi pada saat itu dia lolos dari hukuman karena dia dibantu oleh seorang anak lelaki bernama Nathan, si pembuat onar. Keduanya mendekat, Nathan merasa bahwa Salma memiliki pengaruh positif padanya, jadi ia ingin dekat.

Lebih sering mereka menghabiskan waktu bersama, ternyata keduanya memiliki perasaan yang sama tetapi tidak mengekspresikan diri. Nathan tidak berani mengatakan perasaannya yang sebenarnya karena kemarahan Salma terhadapnya.

Kelebihan buku
Novel ini memiliki cerita epik tentang orang-orang muda di masa abu-abu, yang dapat mengarahkan pembaca untuk berpartisipasi. Karakter Nathan sangat sulit ditebak, di balik tipikal tidur ia tidak suka menyakiti perempuan. ini dia

Kekurangan buku
Banyak kegunaan diksi yang tidak sesuai dengan novel Nathan, pembaca sering menemukan pilihan diksi tidak benar ketika membaca. Pembaca tidak merasa nyaman dengan saya menggunakan karakter Nathan, yang sebenarnya adalah anak nakal.

Contoh Resensi Buku non-fiksi

Jenis buku adalah buku non-fiksi yang berbicara tentang sejarah sebenarnya atau pengalaman penulis. Berikut ini contoh resensi buku non-fiksi:

buku
Judul buku: Ya Tuhan, apakah Anda berbicara bahasa Inggris?
Penulis: Jeff Kristianto, Nina Silvia, Rini Hanifa.
Penerbit: Rene Books.
Tahun publikasi: 2013.
Ketebalan halaman: 384 halaman.

Sinopsis buku
Ulasan buku Tuhan, apakah Anda berbicara bahasa Inggris? Buku ini menceritakan kepada para penulis tentang tempat-tempat yang telah mereka kunjungi di sepanjang jalan. Tiga penulis buku ini yang telah disebutkan di atas adalah anggota dari layanan sukarela internasional VSO (Volunte Service Organization) Indonesia. Berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda dikombinasikan dengan misi sosial yang sama.

Sebelum menjadi anggota VSO, setiap penulis memiliki karyanya yang sebelumnya menjadi rutin. Jeff adalah pemilik perusahaan kerajinan dan katering di Bali, Nina bekerja di sebuah LSM di Padang dan Rini adalah staf donor internasional. Ketiganya bergabung dengan VSO sebagai generasi pertama sukarelawan Indonesia di setiap negara penempatan.

Jeff ditempatkan sebagai pendukung pengrajin di Tajikistan, bekas koloni Soviet. Nina ditempatkan sebagai pelayan di sebuah lembaga yang mendukung suku-suku asli Bangladesh. Rini berbasis di Guyana, Amerika Latin, tempat ia bekerja untuk sebuah LSM lokal. Ketiganya harus hidup dan berinteraksi dengan penduduk setempat setiap hari untuk mencapai tujuan VSO.

Karena alasan ini, buku ini bukan hanya kisah yang tidak bernyawa, tetapi merupakan hasil kisah nyata dari ketiganya yang tinggal di daerah baru dan hidup di daerah baru. Setiap penulis memiliki bagian sejarahnya, yang berasal dari pengalaman penempatan mereka.

Kelebihan Buku
Buku ini sangat menarik untuk dibaca dalam hal judul yang sudah menyandang nama Dewa “Dewa”, sehingga pasti bernilai tinggi. Kisah-kisah dari ketiga penulis ini sangat merangsang bagi pembaca, di mana mereka melakukan misi kemanusiaan dengan menjadi sukarelawan VSO.

Kekurangan Buku
Banyak istilah yang sulit diterima oleh orang awam, sulit dibaca. Cerita yang ditulis oleh Nina Silvia sedikit bernarasi, sehingga melelahkan mengikuti alur ceritanya. Memang alur cerita narasi sedikit karena panjang ujungnya.

Sumber : https://santinorice.com/contoh-resensi-buku/