Contoh teks editorial tentang pendidikan dan strukturnya

Berbicara tentang pendidikan, dalam teknologi yang semakin maju saat ini dan di era perkembangan budaya yang semakin maju, kita tentu semakin difasilitasi oleh berbagai perkembangan teknologi dan perkembangan budaya di era modern ini. Dan jelas perkembangan zaman modern ini tidak berhenti sampai disitu. Pendidikan di masa-masa ini juga merupakan cara yang sangat efisien dan efektif untuk mengajar generasi masa depan bangsa agar lebih bijaksana dan berwibawa.

Dan itu bisa melestarikan berbagai budaya yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita. Dan untuk alasan ini, pendidikan sangat penting dan harus menjadi prioritas. Teknologi yang berkembang semakin hari ini juga menghasilkan beberapa aplikasi yang dibuat khusus untuk siswa. Sehingga generasi muda saat ini tidak hanya menghargai teknologi canggih saat ini hanya dengan bermain. Di bawah ini adalah cara untuk membuat artikel atau teks yang unik dan menarik sebagai referensi ketika Anda ingin membuat teks editorial.

Namun, pembahasan yang akan saya sajikan dalam artikel ini berjudul “Ini adalah contoh teks editorial tentang pendidikan”. Saya hanya akan membahas beberapa contoh terkait dengan contoh teks berbasis editorial ini. Dan seperti yang sudah Anda ketahui, teks editorial adalah teks atau teks yang berisi pendapat pribadi seseorang tentang suatu masalah atau masalah yang nyata atau yang biasa disebut nyata.

Contoh masalah dalam teks atau dalam teks termasuk masalah yang ada dalam masalah sosial, politik atau bahkan ekonomi yang memiliki hubungan yang signifikan atau signifikan dengan politik. Pendidikan juga dapat dimasukkan dalam salah satu masalah kebijakan. Seperti kasus – kasus yang pernah terjadi atau kasus yang telah mempengaruhi pendidikan di negara Indonesia ini. Menurut seorang guru dituduh menyalahgunakan murid-muridnya. Dan karena alasan ini, pendidikan juga termasuk dalam salah satu masalah yang dapat dimasukkan dalam teks atau dalam teks editorial. Dan berikut ini adalah contoh teks editorial tentang pendidikan.

Contoh teks editorial tentang pendidikan dan strukturnya

Sebagaimana dijelaskan di atas, teks editorial atau opini ini adalah teks atau teks yang mengandung masalah atau berita yang dibahas secara mendalam. Seperti politik, ekonomi atau pendidikan. Namun, apakah Anda mengerti apa itu editorial atau biasanya disebut opini? Mungkin sebagian orang sudah mengerti apa itu pendapat. Tapi saya hanya akan mengklarifikasi apa pendapatnya. Opini adalah ide, opini atau ide yang terdistorsi dalam suatu peristiwa atau dalam hal-hal tertentu. Setelah mengetahui apa pendapat itu, sekarang kita akan membahas elemen atau struktur yang terkandung dalam teks editorial tentang pendidikan ini.

Struktur teks editorial

Pada dasarnya struktur teks editorial ini tidak memiliki elemen yang jelas. Karena pada kenyataannya teks editorial atau yang dapat dibaca di media massa tidak dapat dikelompokkan ke dalam satu jenis atau struktur tunggal. Namun, secara umum, sekolah umumnya diinstruksikan dalam struktur dasar teks editorial ini. Dan struktur teks editorial diatur dalam tiga bagian, yaitu:

Pernyataan pendapat
Pernyataan opini biasanya berisi opini publik yang diperoleh dari fakta atau fenomena yang didiskusikan atau didiskusikan dengan hangat oleh publik.

Argumen atau opini
Argumen atau pendapat adalah salah satu bagian paling tebal dari komentar, ide, dan analisis pribadi penulis. Pendapat atau ide pribadi penulis yang memiliki sudut pandang tertentu. Itu dapat membuat teks editorial lebih baik dan lebih jelas daripada beberapa pendapat umum yang telah disajikan pada bagian sebelumnya. Pada bagian ini, Argumen atau Opini dapat memungkinkan penulis untuk memasukkan pendapat pribadi penulis lain dengan topik terkait sebagai ide yang mendukung argumen penulis.

Pernyataan ulang pendapat
Pernyataan pendapat ini umumnya disebut penutupan. Yang biasanya disertai dengan pernyataan baru tentang pendapat penting yang telah dijelaskan dalam paragraf atau di bagian sebelumnya.

Oleh karena itu, dengan 3 struktur teks editorial yang dijelaskan di atas. Itu dapat membuat teks editorial kita lebih teratur dan tidak berantakan. Meski begitu, ada banyak teks editorial yang memiliki struktur tidak teratur seperti yang dijelaskan di atas. Dan terkadang penilaian atau argumen ditulis di awal teks, diikuti dengan pernyataan pendapat, pernyataan pendapat dan kemudian diakhiri dengan penutupan. Dan biasanya teks editorial ini dimulai dengan ringkasan yang menggambarkan fakta-fakta yang akan digunakan terlebih dahulu.

Ciri-ciri teks editorial

Di sini saya akan menjelaskan fitur-fitur yang ada dalam teks editorial ini. Dan untuk karakteristik – karakteristik teks editorial ini antara lain.

-Itu harus mengandung fakta umum
-Pendapat pribadi penulis
-Teks editorial harus analitis.
-Gunakan pemikiran yang masuk akal saat Anda menyampaikan pendapat
-Teks editorial harus ditulis dalam perspektif tertentu. Yang bertujuan untuk menemukan kebenaran pendapat      sedemikian rupa sehingga, jika dilihat dari perspektif perspektif yang berbeda, kebenaran yang telah terungkap    memiliki makna lain atau sebaliknya.
-Gunakan prosedur bahasa tertentu atau mudah dimengerti.
-Ini memiliki sifat kontroversial.
-Mulai dari penyajian bukti atau fakta umum, kemudian dilanjutkan dengan penyajian pendapat. Tapi ini                mungkin sebaliknya.

Aturan Bahasa Teks Editorial

Setelah kita tahu tentang fitur teks editorial. Sekarang kita akan terus membahas aturan yang ada dalam bahasa teks editorial. Aturan bahasa dalam teks editorial ini dibagi menjadi lima jenis, yaitu

Diperlukan untuk menggunakan kalimat aktif dan pasif.
Ditulis dalam bentuk paragraf dan setiap teks berisi sejumlah paragraf.
Seperti jenis teks lainnya, Teks Editorial ini tentu saja menggunakan kata sambung, kata keterangan, kata sifat, kata benda, kata kerja, dan berbagai jenis tanda baca pada umumnya.
Condong ditulis dalam bahasa formal seperti yang dijelaskan, dan menulis teks editorial ini juga bisa non-formal di bidang paparan fakta lapangan, misalnya teks ini mengambil fakta-fakta yang berasal dari kata-kata pembicara di bidang yang ditulis apa adanya ( bahasa lisan).
Teks editorial dapat menyertakan kutipan serta catatan atau referensi dalam format tertentu.

Sumber : https://materibelajar.co.id/