Gesek Tunai (Gestun) Kartu Kredit

Mungkin banyak dari anda yang udah tidak asing lagi dengan istilah “gesek tunai” atau Gestun Online Terpercaya. Metode ini dilaksanakan dengan anda seolah-olah laksanakan transaksi dengan merchant. Padahal, anda udah membawa dampak kesepakatan dengan merchant tersebut untuk memperoleh utang duit tunai dari “transaksi palsu” tersebut.

Gesek tunai udah terlampau lazim untuk anda temui di pusat perdagangan dan sejenisnya. Bahkan, banyak oknum yang udah terang-terangan tawarkan jasa gestun dengan menempatkan iklan. Anda bakal dikenakan cost untuk jasa gesek tunai tersebut.

 

Contoh Praktik Gesek Tunai:

“A” butuh duit tunai sebesar Rp 10.000.000. Kebetulan, “A” membawa kartu kredit dengan limit yang mencukupi. “A” lantas memastikan untuk gunakan jasa gesek tunai di sebuah merchant dengan seolah-olah berbelanja dengan merchant tersebut,

Biaya kartu kredit yang dikenakan oleh bank untuk merchant adalah 3% dari nominal transaksi dan cost jasa gesek tunai yang dipungut oleh merchant tersebut adalah 2% atau Rp 200.000.

“A” bakal memperoleh duit tunai sebesar: Rp 9.500.000 dari gesek tunai tersebut.

Pada tagihan kartu kredit bulan berikutnya, “A” kudu membayar Rp 10.000.000 untuk melunasi transaksi hasil gesek tunai tersebut. Total, “A” membayar bunga sebesar 5% untuk “meminjam” duit sebesar Rp 10.000.000 sepanjang sebulan.

 

Gesek Tunai, Ilegal atau Legal?

Gesek tunai merupakan suatu tindakan ILEGAL di mata pemerintah Indonesia. Bank Indonesia mengeluarkan peringatan tegas bahwa pelaku gesek tunai bakal ditindak secara tegas di bawah hukum. Anda juga berpotensi terlibat dalam tindakan kriminal pencucian duit oleh oknum tertentu.

 

Mengumpulkan Poin/Miles Kartu Kredit dengan Gesek Tunai?

Penggunaan kartu kredit yang tepat dan bijak merupakan cara terbaik untuk menyatukan poin/miles. Namun, valuasi/nilai dari poin yang anda dapatkan dari transaksi gesek tunai tersebut tidak bakal sesuai dengan bunga dan cost yang kudu anda bayarkan.

Mari kita lihat dengan skema perolehan miles v.s. cost yang kudu anda bayar:Kartu kredit yang bakal digunakan untuk simulasi adalah UOB PRVI Miles Visa Signature. Anda bakal memperoleh 1 poin/miles tiap pembelanjaan sebesar Rp 7.000.

Anda laksanakan gesek tunai dengan nominal sebesar Rp 70.000.000
Poin yang bakal anda dapatkan adalah 10.000 poin/miles
10.000 poin tersebut mampu dijadikan 10.000 KrisFlyer/Asia Miles/GarudaMiles
Valuasi tertinggi yang mampu didapat adalah Rp 210 / 1 KrisFlyer/Asia Miles
Artinya, 10.000 poin yang anda dapatkan tersebut bernilai Rp 2.100.000
Sekarang kita lihat biaya/bunga yang dikenakan untuk gesek tunai tersebut:

Biaya kartu kredit yang dikenakan kepada merchant adalah 3% atau Rp 2.100.000
Biaya jasa gesek tunai yang kudu anda bayarkan kepada merchant bervariasi, umumnya adalah 2% – 3% (Rp 1.400.000 – Rp 2.100.000)

Total cost yang anda keluarkan adalah Rp 3.500.000 minimal untuk laksanakan gesek tunai.
Dengan lihat perbandingan tersebut, anda udah rugi diatas kertas sebesar Rp 1.400.000. Memang tersedia pertimbangan lain layaknya melipatgandakan valuasi poin anda dengan menukarkan tiket business/first class yang harganya puluhan-ratusan juta. Namun, selalu saya tidak memberi saran untuk laksanakan gesek tunai karena ini merupakan tindakan ilegal.

Belum lagi kecuali anda tidak mampu melunasi tagihan anda tiap bulannya. Anda bakal dikenakan bunga oleh bank sehingga hutang dan kerugian anda tetap terakumulasi.