Jarak Tanam Porang yang Ideal untuk Menghasilkan Umbi yang Besar

Jarak Tanam Porang yang Ideal – Saat ini budidaya porang semakin diminati oleh para petani. Banyaknya permintaan pasar akan umbi porang membuat banyak masyarakat yang berlomba-lomba untuk  mempelajari dan memulai budidaya porang.

Tanaman porang merupakan salah satu tanaman dari jenis umbi-umbian yang memiliki nilai tinggi. Bahkan saat ini umbi porang telah menjadi komoditas ekspor yang banyak digandrungi oleh negara-negara besar seperti Jepang, China, Australia, Taiwan, dan masih banyak lagi.

Umbi porang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku masakan maupun bahan baku industri. Sebagai bahan baku masakan, umbi porang biasanya diolah menjadi tepung terlebih dahulu baru kemudian dimasak hingga menjadi masakan.

Contoh masakan yang bisa dibuat dari tepung porang yaitu mie shirataki, konyaku, bakso, agar-agar, dan masih banyak lagi. Kandungan zat glukomanan yang ada di dalam umbi porang ini sangat bermanfaat untuk kesehatan terutama untuk membantu menurunkan berat badan serta menjaga sistem pencernaan agar tetap sehat.

Sementara itu, dalam bidang industri, porang dapat dijadikan sebagai bahan lem, penjernih air, isolator listrik, dan lain sebagainya.

Dengan begitu banyaknya manfaat dari umbi porang, tentu membuat Anda lebih semangat untuk membudidayakan tanaman yang satu ini. Namun sebelum itu, mari kita simak dulu syarat-syarat tumbuh tanaman porang.

Syarat-Syarat Tumbuh Tanaman Porang

Agar tanaman porang dapat tumbuh dengan optimal serta memproduksi umbi yang besar dan sehat, sebelum membudidayakannya Anda perlu mengetahui apa saja syarat-syarat tumbuh tanaman porang. Mari kita simak informasinya berikut ini :

  • Lingkungan. Tanaman porang biasanya tumbuh di bawah naungan tanaman lain. Jenis tanaman yang baik menaungi tanaman porang yaitu tanaman yang tinggi dan memiliki banyak daun, misalnya tanaman mahoni, jati, sonokeling, dan lain sebagainya.
  • Tanah. Tanaman porang dapat tumbuh subur pada tanah yang gembur, tidak terlalu basah serta memiliki tingkat keasaman atau pH tanah sekitar 6 -7. Struktur tanah yang baik untuk budidaya tanaman porang yaitu campuran tanah liat berpasir yang terbebas dari gangguan gulma.
  • Iklim. Tanaman porang sangat cocok bila ditanam di daerah dengan ketinggian sekitar 100-600 meter di atas permukaan laut, atau daerah dengan paparan sinar matahari yang cukup.

Cara Menanam Tanaman Porang

Jarak Tanam Porang

Setelah syarat-syarat tumbuh tanaman porang terpenuhi, selanjutnya Anda bisa memulai untuk membudidayakan tanaman porang. Untuk lebih lengkapnya, mari kita simak cara-caranya berikut ini :

1. Menyiapkan Lahan

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan dalam membudidayakan tanaman porang tentu saja dengan menyiapkan lahan tanam. Tanaman porang yang ditanam di lahan terbuka biasanya akan lebih menguntungkan karena bisa memproduksi umbi porang yang besar serta dengan kualitas yang baik.

Siapkan lahan tanam dengan cara membersihkan gulma atau rumput-rumput liar yang tumbuh. Caranya yaitu dengan mencabuti gulma hingga ke akar atau dengan menyemprotkan larutan herbisida.

Gulma yang sudah dicabut atau telah mati ini kemudian dikumpulkan lalu ditimbun dengan tanah. Hal ini bertujuan agar gulma dapat membusuk dalam tanah dan dapat dijadikan sebagai pupuk kompos.

2. Menanam Porang | Jarak Tanam Porang yang Ideal

a. Waktu Penanaman

Terdapat dua musim yang cocok untuk menanam tanaman porang. Pada musim penghujan, sekitar bulan Oktober hingga Desember adalah waktu yang tepat untuk menanam porang dengan menggunakan biji. Namun sebelum itu, biji porang harus melalui tahap penyemaian terlebih dahulu di dalam polybag.

Sementara itu, jika pembibitan dilakukan dengan menggunakan umbi atau katak, maka musim kemarau adalah waktu yang pas untuk menanam porang. Bedanya, penanaman porang dengan menggunakan umbi atau katak ini tidak membutuhkan proses penyemaian di dalam polybag terlebih dahulu.

b. Jarak Tanam Porang

Anda juga perlu untuk memperhatikan jarak tanam tanaman porang. Pasalnya jarak tanam porang ini dapat berpengaruh pada produksi umbi serta mempermudah proses panennya.

Jarak tanam porang dapat dibedakan berdasarkan bibit yang digunakan. Jika Anda menggunakan bibit berupa katak, maka jarak tanam porang yang ideal yaitu sekitar 35-80 cm. Namun, jika Anda menggunakan umbi, maka jarak tanam yang ideal yaitu sekitar 35-90 cm.

Jarak tanam porang ini dapat Anda perlebar lagi sesuai dengan keinginan, apabila bibit yang ditanam berukuran cukup besar.

c. Cara Penanaman

Sebelum memulai menanam porang, Anda perlu melakukan beberapa hal untuk menyiapkan lahan tanam porang seperti berikut:

  • Siapkan ajir atau batang bambu untuk menopang tanaman.
  • Buat jarak 1 meter x 1 meter antar batang bambu untuk bibit porang yang menggunakan umbi maupun katak.
  • Setelah itu, buat lubang tanam dengan ukuran sekitar 20 cm x 20 cm x 20 cm. Namun, lubang tanam ini juga bisa Anda perlebar sesuai dengan ukuran benih yang digunakan.
  • Masukkan pupuk bokashi yang telah dicampur dengan top soil sebanyak setengah kilo per lubang tanam.
  • Masukkan bibit porang ke dalam lubang tanam dengan bagian tunasnya  menghadap ke atas. Jika Anda menggunakan bibit berupa umbi, maka Anda tidak perlu terlalu mempedulikan peletakan bakal tunasnya.
  • Selanjutnya, tutup lubang tanam dengan menggunakan tanah di sekitarnya hingga setebal 3 cm.

3. Merawat Tanaman Porang

Seperti pada jenis tanaman lainnya, tanaman porang juga perlu dirawat agar bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal. Proses perawatan pada tanaman porang ini harus dilakuan secara rutin. Bagaimana sih cara merawat tanaman porang? Yuk kita simak informasi lengkapnya berikut ini :

a. Membersihkan Gulma

Keberadaan gulma atau yang biasa kita kenal sebagai rumput-rumput liar dapat mengganggu pertumbuhan tanaman porang. Pasalnya, penyerapan nutrisi tanaman porang menjadi terganggu semenjak adanya gulma, karena nutrisi dalam tanah diserap juga oleh rumput-rumput liar ini.

Oleh karena itu, Anda perlu melakukan pembersihan gulma secara rutin, terutama saat musim penghujan. Karena pada musim penghujan biasanya gulma lebih mudah muncul di sekitar tanaman porang.

Cara yang tepat untuk membersihkan gulma yaitu dengan cara mencabutinya satu per satu hingga ke akar maupun dengan menggunakan semprotan herbisida agar gulma mati.

b. Meninggikan Guludan

Cara merawat tanaman porang yang selanjutnya yaitu dengan meninggikan guludan. Tahap peninggian guludan ini bisa Anda lakukan dengan cara menimbun pangkal batang tanaman porang dengan menggunakan tanah disekitarnya.

Hal ini bertujuan agar batang tanaman porang bisa berdiri dengan kokoh dan tegak. Selain itu peninggian guludan juga bisa membuat umbi porang berkembang lebih besar.

c. Memupuk Tanaman Porang

Tanaman porang memerlukan dua kali tahapan pemupukan. Pemupukan yang pertama dilakukan saat penanaman tanaman porang. Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk bokashi yang dicampurkan dengan top soil kemudian dimasukkan ke dalam lubang tanam.

Sementara itu, proses pemupukan yang kedua bisa dilakukan saat tanaman porang mulai tumbuh. Jenis pupuk yang digunakan dalam proses pemupukan yang kedua ini yaitu pupuk organik (kompos/pupuk kandang) ataupun pupuk anorganik NPK/TSP.

Baca Juga : 5 Cara Efektif dalam Pemupukan Tanaman Porang

d. Melakukan Penjarangan

Satu tanaman porang biasanya bisa menghasilkan sekitar 3-4 batang porang. Untuk itu, perlu dilakukan proses penjarangan.

Penjarangan ini bertujuan untuk memisahkan batang porang agar tidak terlalu berhimpitan dalam satu lubang tanam sehingga mengganggu perkembangan umbi porang. Dengan proses ini diharapkan umbi porang dapat berkembang lebih besar dan optimal.

4. Memanen Porang | Jarak Tanam Porang yang Ideal

Tahapan berikut ini adalah tahapan yang paling dinanti-nanti oleh para petani, apalagi jika bukan tahap panen. Dibandingkan dengan tanaman porang yang ditanam menggunakan biji dan katak, bibit yang menggunakan umbi justru dipanen bisa lebih cepat yaitu 7 bulan dari masa tanam.

Sementara itu, tanaman porang yang ditanam menggunakan bibit katak biasanya bisa dipanen saat berumur sekitar 18-24 bulan dari masa tanam. Proses memanen porang ini dilakukan dengan cara menggali umbinya.

Tanaman porang memiliki siklus alami yaitu mati saat musim kemarau dan tumbuh kembali saat musim penghujan. Oleh karena itu, setelah masa panen, Anda tidak perlu mengulang proses penanaman.

Selanjutnya, Umbi porang akan diolah dan dijadikan sebagai bahan baku kuliner maupun bahan baku industri. Mari kita simak 8 Tahapan dalam Pembuatan Tepung Porang.

Demikian tadi informasimengenai cara tanam tanaman porang dengan memperhatikan jarak tanam porang yang ideal. Yuk mulai berbudidaya tanaman porang!