Pentingnya Genset Untuk UMKM

Menyikapi kondisi perekonomian saat ini, kini banyak rumah tangga beralih membuka usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) demi tetap mendapatkan penghasilan. Mulai dari usaha makanan, minuman, dan camilan, hingga PO (pre order) berbagai kebutuhan menjamur dan menjadi mata pencarian umum.

Walau awalnya tidak direncanakan dengan matang terkendala situasi, namun sedikit demi sedikit pemilik harus berusaha serius menata bisnis ini jika tidak mau kalah saing dengan yang lain.

Setelah mendaftarkan dalam platform online dan e-commerce, saatnya mempertimbangkan untuk memiliki generator tambahan sebagai pasokan listrik cadangan. Hai para entrepreneur, yuk kita bedah manfaat genset untuk UMKM kamu.

 

Genset Plan B pasokan tenaga listrik

Apakah analisis SWOT bisnismu dilengkapi dengan poin listrik PLN yang padam dapat mengganggu kelancaran operasional? Cari jalan keluarnya sekarang dengan menyediakan sebuah genset sebagai antisipasi. Kekhawatiran Anda otomatis berkurang satu, karena bahan mentah di lemari pendingin tak lekas rusak misalnya, sehingga Anda bisa berfokus pada hal lainnya.

Saking pentingnya dan dana investasi masih terbatas saat ini, ada yang jadi mencari harga genset yang murah. Big no! Ketahui dulu seluk-beluk memilih genset yang pas untuk UMKM Anda, sehingga bukan merupakan pemborosan. Mengutip tips yang diberikan oleh Klik MRO, setidaknya ada empat hal yang harus Anda cermati saat membeli genset:

 

1. Lebihkan Daya Genset 10%

Genset yang Anda perlukan itu harus dilebihkan 10 persen dari total daya listrik di rumah atau tempat usaha. Gunanya untuk menghindari kesalahan perhitungan total listrik yang dibutuhkan. Misalnya, untuk kapasitas listrik 13.000 watt, maka genset yang tepat adalah 13.000 + 10% atau 1300 hasilnya 14.300 watt. Itulah daya minimal yang harus dimiliki genset untuk menghidupkan kembali listrik di tempat Anda.

Biasanya, untuk genset dengan daya tersebut sering pula disebut Genset dengan daya 15kVa dengan penghitungan bahan bakar flow meter LC yang lebih akurat. Nah, kVa ini adalah ukuran yang digunakan khusus untuk mengukur genset, bukan listrik biasa.

Karena listrik biasa tentunya menggunakan satuan kW atau kilowatt, sedangkan kVa adalah kilovolt ampere. Perbedaan utamanya adalah kVa merupakan ukuran genset dengan tambahan satuan daya ditambah aktif power dengan jumlah kecil. Rasio perbedaan antara kW dengan kVa diambil dari beban listrik tersebut.

Untuk contoh mudahnya, 100 kVa itu adalah 80kW atau sekitar 80.000 watt. Nah, masih ingat cara mencari genset terbaik untuk listrik di rumah Anda bukan? Misalnya, listrik di rumah Anda adalah 1300 watt, maka genset yang dibutuhkan adalah 1.300 + 130 atau 1.430 watt, nah ukuran kVa yang pas untuk 1.430 watt adalah 15kVa. Begitu kira-kira cara mengukurnya.

 

2. Filter Tipe Genset dengan Kondisi Finansial

Ada dua tipe genset, yakni yang silent dan open. Silent berarti genset tersebut tidak memunculkan banyak suara, dan tentunya akan sangat pas bila digunakan di tengah lingkungan yang tidak boleh bising, seperti di lingkup perumahan. Harganya sedikit lebih mahal dibanding yang tipe open genset namun menawarkan reduksi dari tingkat kebisingannya.

Oleh karena itu, faktanya banyak industri rumahan, rata-rata menggunakan tipe open genset. Contoh open genset yang paling umum digunakan adalah gasoline genset (menggunakan bensin sebagai bahan bakarnya).

Genset ini memiliki kinerja yang cukup baik untuk mensuplai kebutuhan listrik di perumahan maupun tempat usaha. Harganya juga lebih terjangkau dibandingkan silent genset. Sebagai rekomendasi, gasoline genset dari Krisbow menawarkan performa tinggi dengan harga yang terjangkau terutama bagi pelaku UMKM.

 

3. Pastikan Spare Part Genset Mudah Dicari

Baik genset silent maupun open tentunya perlu perlindungan dan perawatan yang baik, agar menghindari kerusakan. Pada saat pemeliharaan berkala, kondisi sparepartnya juga perlu diperhatikan. Misalnya tempat oli, hose, clamp, sistem pendingin, radiator, fuel system, air intake system dan air pendingin.

Pengecekan rutin perlu dilakukan setelah penggunaan genset dengan durasi yang lama. Pasalnya, durasi penggunaan yang lebih lama bisa membuat mesin menjadi lebih panas. Inilah gunanya sistem pendingin serta intake udara yang baik.

Bila memilih genset Krisbow, semua produknya sudah dilengkapi dengan garansi pemeliharaan hingga 12 bulan. Plus service center yang tersebar di kota-kota besar se-Indonesia. Jadi tenang belanjanya.

 

4. Perhatikan Kondisi Baterai Starting

Nah ini juga mesti diketahui, selain sparepart lainnya, baterai yang menjadi salah satu unsur penting di dalam genset. Baterai lead-acid di dalam genset mesti terus diganti dalam 2-3 tahun sekali. Perlu juga diajakan pengujian terhadap baterai agar mengetahui baterainya masih dalam kondisi baik, atau sudah lemah.

Apabila baterai dalam kondisi lemah, dan kurang baik, maka genset bisa gagal standby, bahkan gagal hidup. Jadi, pastikan baterai di genset Anda sudah berkualitas baik. Bila sudah terlihat keropos, atau berkarat, maka hindari starter genset tersebut. Apabila genset yang Anda miliki dalam waktu beberapa tahun terkena korosi, maka segera ganti baterainya. Baterai yang baik di genset memiliki berat jenis 1.260. Bila di bawah 1.215 maka perlu di-charge ulang.

 

Oleh karena itu, faktanya banyak industri rumahan, rata-rata menggunakan tipe open genset. Contoh open genset yang paling umum digunakan adalah gasoline genset (menggunakan bensin sebagai bahan bakarnya).

Genset ini memiliki kinerja yang cukup baik untuk mensuplai kebutuhan listrik di perumahan maupun tempat usaha. Harganya juga lebih terjangkau dibandingkan silent genset. Sebagai rekomendasi, gasoline genset dari Krisbow menawarkan performa tinggi dengan harga yang terjangkau terutama bagi pelaku UMKM.

 

3. Pastikan Spare Part Genset Mudah Dicari

Baik genset silent maupun open tentunya perlu perlindungan dan perawatan yang baik, agar menghindari kerusakan. Pada saat pemeliharaan berkala, kondisi sparepartnya juga perlu diperhatikan. Misalnya tempat oli, hose, clamp, sistem pendingin, radiator, fuel system, air intake system dan air pendingin.

Pengecekan rutin perlu dilakukan setelah penggunaan genset dengan durasi yang lama. Pasalnya, durasi penggunaan yang lebih lama bisa membuat mesin menjadi lebih panas. Inilah gunanya sistem pendingin serta intake udara yang baik.

Bila memilih genset Krisbow, semua produknya sudah dilengkapi dengan garansi pemeliharaan hingga 12 bulan. Plus service center yang tersebar di kota-kota besar se-Indonesia. Jadi tenang belanjanya.

 

4. Perhatikan Kondisi Baterai Starting

Nah ini juga mesti diketahui, selain sparepart lainnya, baterai yang menjadi salah satu unsur penting di dalam genset. Baterai lead-acid di dalam genset mesti terus diganti dalam 2-3 tahun sekali. Perlu juga diajakan pengujian terhadap baterai agar mengetahui baterainya masih dalam kondisi baik, atau sudah lemah.

Apabila baterai dalam kondisi lemah, dan kurang baik, maka genset bisa gagal standby, bahkan gagal hidup. Jadi, pastikan baterai di genset Anda sudah berkualitas baik.

Bila sudah terlihat keropos, atau berkarat, maka hindari starter genset tersebut. Apabila genset yang Anda miliki dalam waktu beberapa tahun terkena korosi, maka segera ganti baterainya. Baterai yang baik di genset memiliki berat jenis 1.260. Bila di bawah 1.215 maka perlu di-charge ulang.

Genset, membantu roda perekonomian Indonesia

Dengan hadirnya genset dalam fasilitas usaha, maka order dapat terus dipenuhi. Saat order mengalir lebih banyak, maka Anda dapat mempekerjakan karyawan hingga melakukan ekspansi. Bayangkan jika UMKM Anda saat ini berkembang pesat, bukan hanya sebagai keran alternatif penghasilan rumah tangga, namun menjadi peluang usaha menjanjikan. Genset untuk UMKM selangkah lebih maju, menjadi tepat guna bagi bangsa dan rakyatnya.