Pernikahan yang Tak Diakui Secara Hukum

Pernikahan sebetulnya wajib dimengerti secara luhur dan mulia. Setiap pasangan yang hendak menikah, maka wajib menyelipkan niatan untuk beribadah.
Pastikan tidak menjadikan sebuah pernikahan cuma sebagai nafsu pemuas sementara saja. Seolah jalur cepat pun ditempuh, seperti ada sebuah pernikahan siri.

Secara ajaran agama Islam sebetulnya sah, tetapi pernikahan ini tidak miliki legalitas hukum. Hal ini sebab sebetulnya tidak dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA).

Ada baiknya kita pertimbangkan lebih-lebih dahulu pilihan selagi ingin melaksanakan nikah siri, ya. Perlu diingat bahwa pernikahan siri tidak mudah, ada syarat yang wajib dipenuhi bersama.
telah merangkum beberapa syarat melaksanakan nikah siri, baik bagi mempelai laki-laki atau perempuan. Kira-kira apa saja syarat selagi melaksanakan pernikahan siri di Indonesia?

1. Syarat nikah siri

Perlu diingat bahwa persiapan sebuah pernikahan wajib diperhatikan bersama baik. Ketika ada pasangan yang melaksanakan nikah siri, maka wajib ada beberapa syarat yang wajib dijalani.

Secara umum, calon pengantin laki-laki dan perempuan yang menikah siri wajib beragama Islam. Pernikahan yang diakui secara sah menurut agama wajib memenuhi lima rukun nikah.

Rukun nikah itu terdiri dari:

-Ada calon suami
-Ada calon istri
-Wali nikah berasal dari pihak perempuan
-Dua orang saksi nikah
-Berlangsungnya ijab qabul atau ikrar suci
-Selain rukun nikah, ada juga syarat yang wajib dipenuhi kedua calon mempelai, di antaranya:

 

Syarat bagi calon mempelai laki-laki

-Beragama Islam
-Berjenis kelamin laki-laki dan bukan transgender
-Tidak melaksanakan nikah siri didalam paksaan
-Tidak miliki empat orang istri
-Calon istri yang dapat dinikahi bukan mahramnya
-Pernikahan dilaksanakan bukan didalam masa ihram atau tengah umrah
-Syarat bagi calon mempelai perempuan

 

-Beragama Islam
-Berjenis kelamin perempuan dan bukan transgender
-Telah mendapat izin nikah berasal dari wali yang sah
-Mempelai perempuan bukanlah istri orang dan tidak didalam masa iddah
-Calon suami yang dapat menikahinya bukan mahram
-Pernikahan dilaksanakan bukan didalam masa ihram atau umrah

Dari beberapa syarat di atas tadi, seseorang sudah bisa melangsungkan pernikahan secara siri. Hanya saja wajib pertimbangkan lagi risiko dan perihal yang tak terduga di masa mendatangkan didalam menjalani sebuah pernikahan siri.

 

2. Tata langkah melaksanakan nikah siri

Pernikahan siri dapat sah terkecuali mendatangkan wali dan saksi. Jika tidak, pernikahan bisa juga bathil atau tidak sah.

Sama halnya kala calon mempelai perempuan merahasiakan pernikahan berasal dari keluarga, dan menunjuk wali hakim lain padahal wali nikah masih hidup. Tetap saja pernikahan berikut diakui tidak sah.

Tata langkah melaksanakan pernikahan siri di antaranya:

-Meminta izin kepada wali nikah yang sah berasal dari pihak perempuan
-Setelah mendapatkan izin, pastikan ada dua orang sebagai saksi nikah
-Siapkan mahar untuk ijab kabul
-Mendatangi pemuka agama atau orang yang bisa jadi penghulu pernikahan untuk melaksanakan ijab kabul
-Jika sudah melaksanakan perihal tersebut, menikah siri sudah sah, tetapi wajib diperhatikan bahwa style pernikahan ini tidak diakui secara hukum atau tidak dicatat oleh KUA.

 

3. Pandangan MUI perihal nikah siri

Walau nikah siri legal secara agama, tetapi MUI mengedepankan bahwa pernikahan seperti ini dapat mengakibatkan dampak negatif terhadap istri dan anak yang nanti dilahirkan.

Apalagi, anak dapat ada problem mendapatkan haknya. Dikarenakan ini problematis, maka bisa jadi hak nafkah anak sulit, lebih-lebih tidak mendapatkan warisan.

Maka berasal dari itu, para ulama pun berpendapat bahwa lebih baik pernikahan wajib dicatat secara resmi, agar legal diakui secara hukum yang berlaku di Indonesia.

Memang terkecuali mengupas pernikahan siri, tidak dapat habisnya. Terlepas pro dan kontra yang berlangsung di masyarakat, setidaknya kita sudah bisa pilih mana yang paling baik selagi ingin pilih pilihan.

Alangkah lebih baiknya berpikir lagi terkecuali ingin melaksanakan nikah siri, sebab bersama menikah disahkan oleh agama dan negara, maka dapat mengimbuhkan ketentraman dan juga keharmonisan tempat tinggal tangga.