Sejarah Musik Gamelan

musik gamelan
musik gamelan

Menurut legenda, gamelan diciptakan pada abad ke-3 oleh Dewa-Raja Sang Hyand Guru. Kemungkinan besar mereka diciptakan melalui proses menggabungkan instrumen lokal — seperti “drum keetle drum” perunggu dan seruling bambu — dengan yang diperkenalkan dari Cina dan India. Sejumlah alat musik — drum berbentuk jam pasir, kecapi, kecapi, seruling, pipa buluh, simbal — digambarkan dalam relief di Borubudur dan Pramabanan. Ketika Sir Francis Drake mengunjungi Jawa pada 1580, ia menggambarkan musik yang didengarnya “sangat aneh, menyenangkan, dan menyenangkan.” Kemungkinan besar yang dia dengar adalah musik gamelan. ” [Sumber: Rough Guide to World Music]

Hal tersebut perlu diungkapkan agar masyarakat di Indonesia sampai dunia mengingat akan musik indonesia ini dan sejarah musik gamelan. Musik gamelan ini tergolong unik dan bahkan dari berbagai belahan dunia datang ke Indonesia untuk belajar memainkan gamelan. Biasanya gamelan ditemukan didaerah Pulau Jawa.

Ingo Stoevesandt menulis dalam blognya tentang musik Asia Tenggara: “Karawitan” adalah istilah untuk setiap jenis musik Gamelan di Jawa. Sejarah ansambel Gamelan di Jawa sudah sangat tua, dimulai segera dari era perunggu Dongson pada abad kedua SM. Istilah “Gamelan” dapat dipahami sebagai istilah untuk mengumpulkan berbagai jenis ansambel metallophone (“gamel” Jawa kuno berarti sesuatu seperti “untuk menangani”). Di bawah Belanda musik gamelan tidak ditinggalkan tetapi didukung juga. Setelah kontrak Gianti (1755) setiap divisi dari negara Mataram lama mendapatkan ansambel sekati Gamelan sendiri.

Musik gamelan mencapai puncaknya pada abad ke-19 di istana para sultan Yogyakarta dan Solo. Para pemain pengadilan Yogyakarta dikenal karena gaya mereka yang berani dan bersemangat, sementara pemain gamelan dari Solo memainkan gaya yang lebih bersahaja dan halus. Sejak kemerdekaan pada tahun 1949, kekuatan kesultanan berkurang dan banyak musisi gamelan belajar cara bermain di akademi negara. Meski begitu gamelan terbaik masih dikaitkan dengan royalti. Gamelan terbesar dan paling terkenal, Gamelan Sekaten, dibangun pada abad ke-16 sebagaimana dimainkan hanya setahun sekali. Karena musik gamelan bisa membuat kita merasakan aura semangat dan berani dan dapatkan cuplikan musiknya di download lagu gratis.

Popularitas musik gamelan agak menurun hari ini karena orang-orang muda menjadi lebih tertarik pada musik pop dan rekaman musik menggantikan musik live di pesta pernikahan. Meski begitu musik gamelan tetap sangat hidup, terutama di Yogyakarta dan Solo, di mana sebagian besar lingkungan memiliki aula lokal di mana musik gamelan dimainkan. Festival dan kompetisi gamelan masih menarik banyak orang, antusias. Banyak stasiun radio memiliki ansambel gamelan sendiri. Musisi juga sangat dicari untuk mengiringi drama, pertunjukan boneka dan tarian. Jadi bagikan artikel sejarah musik gamelan supaya anak muda di Jawa ingat akan budaya musik yang bersejarah ini.