Tips Ketika Si bayi Terkena Penyakit Diare

sat-jakarta.com – Sesungguhnya diare dapat sembuh dengan sendirinya. Yang penting, jangan sampai si kecil mengalami dehidrasi alias kekurangan cairan. Apakah si kecil pup lebih sering dan lebih cair? Bisa jadi ia mengalami diare. Diare merupakan salah satu penyakit langganan bayi. Yang patut diwaspadai saat bayi terserang diare adalah dehidrasi.

Ingat, jika bayi mengalami dehidrasi berarti tubuhnya kehilangan banyak cairan dan zat-zat elektrolit di dalamnya, seperti natrium, kalium, glukosa, dan kalsium. padahal tubuh bayi hampir sebagian besar terdiri atas air. kondisi ini akan terlihat dari penurunan berat badannya. Bila berat badannya menurun hingga 5% berarti si bayi mengalami dehidrasi ringan. penurunan berat badan 5—10% menunjukkan kondisi dehidrasi sedang, dan bila lebih dari 10% kehilangan berat badannya maka si bayi mengalami dehidrasi berat.

MENGAPA DIARE?

Tentu diare tidak datang dengan sendirinya, biasanya ada yang menjadi pemicu terjadinya diare. Secara umum, penyebab diare terbagi dalam beberapa faktor:

  1. Infeksi oleh bakteri dan parasit (vibrio cholera, salmonella, giardiasis). Bakteri dan parasit biasanya masuk melalui makanan dan minuman, tangan kotor atau mainan yang kotor. Tentu saja mencegahnya dengan menjaga kebersihan tangan dan makanan-minuman yang diberikan kepada si bayi.
  2. Serangan virus (rotavirus). Rotavirus banyak beterbangan pada musim penghujan, sangat mudah terhirup dan masuk ke saluran cerna. Saat ini rotavirus dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi rotavirus pada bayi saat usia 3 bulan dan usia 4 bulan. Sebaiknya pemberian vaksinasi ini selesai sebelum si bayi berusia 16 minggu.
  3. Alergi terhadap makanan, susu formula ataupun keracunan makanan. Sebagian orang memiliki alergi terhadap jenis makanan tertentu. hal ini membutuhkan pengenalan atau awareness dari orangtua untuk memerhatikan jenis-jenis makanan apa yang menyebabkan alergi pada si bayi. kalau sudah diketahui jenis alerginya, selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menghindari jenis makanan tersebut.
  4. Infeksi oleh bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain seperti: campak, infeksi telinga, infeksi tenggorokan, malaria, dan lain-lain. Sering kali infeksi lain ini disertai diare. pada campak, misalnya, akan terjadi produksi lendir di berbagai organ tubuh, seperti: di tenggorokan akan terjadi batuk pilek, lalu mata berair, sementara di saluran cerna akan terjadi diare.