Waspada Kerugian Gesek Tunai Kartu Kredit

Transaksi non tunai kini jadi sorotan Bank Indonesia. Regulator sistem pembayaran ini menyoroti nasabah yang bertransaksi non tunai secara tidak tepat, apalagi cenderung tidak sesuai ketentuan. Salah satunya jalankan transaksi Gestun online terpercaya dengan kata lain Gesek Tunai bersama kartu kredit.

Gestun digolongkan sebagai transaksi yang dilarang sebab pemilik kartu kredit seolah-olah bertransaksi belanja suatu barang atau jasa. Namun kenyataannya, pembelian tersebut tidak ada. Yang terjadi, nasabah meraih dana tunai berasal dari pemilik toko tempat transaksi.

Transaksi ini dilarang oleh Bank Indonesia. Namun sebab pemilik toko/merchant meraih fee sebesar 3 persen berasal dari nilai transaksi, transaksi ini masih sering terjadi.

Di segi lain, nasabah perlu dana tunai supaya sudi membayar fee kepada merchant, biarpun pungutan fee ini memang telah dilarang dan nasabah diberikan kesempatan untuk melapor ke Bank Indonesia
Berikut ini 3 alasan berasal dari Halomoney.co.id mengapa Anda tidak kudu jalankan gesek tunai:

 

1. Bukan transaksi sebenarnya

Gestun sebaiknya tidak dijalankan sebab transaksi ini dijalankan bersama menggunakan Kartu Kredit untuk seolah-olah jalankan pembelian, tapi nasabah tidak meraih barang atau jasa melainkan duwit tunai.

Dengan begitu transaksi ini cuma kamuflase antara nasabah pemilik kartu kredit dan merchant supaya bank salah mendeteksi transaksi tersebut.

 

2. Dikenakan biaya

Transaksi kartu kredit dan kartu debit bersama pedagang tidak dikenakan cost (surcharge). Anda dapat melaporkan pedagang yang mengenaka cost atas transaksi bersama kartu kredit dan kartu debit bersama menyertakan bukti transaksi pengenaan surcharge.

Namun jikalau Anda jalankan Gestun, Anda akan dikenakan cost oleh merchant sekitar 3 persen supaya merugikan.
Konsumtif

 

3. Konsumtif

Dengan transaksi Gestun, nasabah akan terdorong untuk jalankan tarik tunai berasal dari dana kartu kredit. Pola ini cenderung membuat nasabah terdorong untuk konsumtif dan memperlakukan kartu kredit bersama salah.

Dengan pola tarik tunai ini, nasabah akan memperlakukan kartu kredit sebagai kartu mencari utang. Padahal fungsinya cuma sebagai kartu yang mempermudah jalankan transaksi.

Meskipun bank kehilangan potensi cost tarik tunai berasal dari transaksi di mesin ATM, tapi bank akan konsisten mengenakan bunga yang lumayan besar berasal dari dana yang Anda ambil berasal dari merchant tersebut.

Apalagi jikalau Anda membayar tagihan tersebut bersama pembayaran minimal supaya dana Tarik tunai tersebut akan dikenakan bunga.